LEBAK, PORTALINFORMASINUSANTARA.COM,- Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperluas pembangunan infrastruktur dasar untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sumur Dalam Terlindungi dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang tersebar di sejumlah desa.
Program yang merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur pelayanan dasar itu dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, dengan dukungan pembiayaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Alokasi Khusus (DAK).
BACA:
Berdasarkan data lokasi kegiatan yang dihimpun, pembangunan Sumur Dalam Terlindungi/SPAM yang bersumber dari APBD mencakup tiga desa, yakni Desa Cibarengkok, Desa Kumpay, dan Desa Capendey.
Sementara kegiatan yang menggunakan pembiayaan DAK tersebar lebih luas. Lokasinya meliputi Desa Citorek Tengah, Desa Mekar Agung, Desa Sangkanmanik, Desa Tanjungsari, Desa Calungbungur, Desa Wantisari, Desa Parungpanjang, Desa Margawangi, Desa Careundeu, dan Desa Cisungsang.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses air bersih. Di sejumlah wilayah pedesaan, ketersediaan sumber air yang layak dan mudah dijangkau memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
King Badak mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lebak dalam menghadirkan program pembangunan SPAM dan Sumur Dalam Terlindungi yang didanai melalui APBD maupun APBN/DAK. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi adanya program SPAM dan pembangunan Sumur Dalam Terlindungi di sejumlah desa di Kabupaten Lebak. Program seperti ini sangat positif karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, yaitu tersedianya air bersih yang layak dan mudah diakses,” ujar King Badak.
Menurutnya, semakin banyaknya sarana air bersih yang dibangun di berbagai wilayah merupakan langkah baik dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Lebak.
“Ketersediaan air bersih tentu sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Dengan adanya sarana SPAM, masyarakat diharapkan semakin mudah mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga dapat mendukung kesehatan, kebersihan, dan aktivitas masyarakat. Ini merupakan program yang patut diapresiasi karena pembangunan benar-benar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
King Badak juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah yang terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur dasar hingga ke wilayah perdesaan.
“Kami berharap program seperti ini terus dilanjutkan dan diperluas ke desa-desa lainnya yang masih membutuhkan akses air bersih. Semakin banyak masyarakat yang mendapatkan layanan air bersih, tentu semakin besar pula manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat Kabupaten Lebak,” tuturnya.
Pembangunan sarana air bersih tersebut pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Air bersih memiliki kaitan erat dengan kesehatan, sanitasi, produktivitas, serta kualitas kehidupan masyarakat.
Dengan tersebarnya pembangunan SPAM dan Sumur Dalam Terlindungi di sejumlah desa, program tersebut diharapkan mampu memperkuat pemerataan pelayanan dasar sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi masyarakat desa, tersedianya sarana air bersih bukan sekadar fasilitas pembangunan, melainkan kebutuhan mendasar yang dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Karena itu, program penyediaan air bersih menjadi salah satu bentuk pembangunan yang memiliki nilai manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Lebak.



















