Example floating
Example floating

Masuk Demokrat, Nabil Jayabaya Dinilai Perkuat Peta Politik Lebak Jelang Muscab dan Pilkada

Screenshot 20260802 165736 ChatGPT
spanduk 120x600

LEBAK, portalinformasinusantara.com,_ Bergabungnya Moch. Nabil Jayabaya ke Partai Demokrat pada Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Banten menjadi salah satu perkembangan politik yang menyita perhatian publik. Langkah tersebut dinilai berpotensi membawa perubahan terhadap konstelasi politik di Kabupaten Lebak, terutama menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Demokrat dan agenda politik daerah ke depan.

Pengamat politik lokal Banten, H. Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak, menilai keputusan Nabil bergabung dengan Partai Demokrat bukan sekadar perpindahan kendaraan politik. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi politik yang berpotensi memperkuat posisi Nabil dalam percaturan politik di Kabupaten Lebak.

logo

BACA: “Masuknya Nabil ke Demokrat menjadi sinyal lahirnya kekuatan baru. Sosoknya memiliki jaringan yang luas, baik di dunia usaha maupun kedekatan yang kuat dengan masyarakat,” ujar King Badak.

Ia menilai, kehadiran Nabil membuka peluang untuk mengisi posisi strategis di internal partai, termasuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Lebak apabila memperoleh dukungan melalui mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab).

Selama ini, Nabil Jayabaya dikenal sebagai pengusaha muda yang dijuluki “Sultan Mutiara”. Selain aktif di dunia usaha, ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Kabupaten Lebak. Menurut King Badak, rekam jejak tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat daya saing politik.

“Figur yang memiliki pengalaman organisasi, jaringan luas, serta kedekatan dengan masyarakat tentu menjadi aset bagi partai politik,” katanya.

King Badak menambahkan, apabila Nabil dipercaya memimpin DPC Partai Demokrat Kabupaten Lebak, posisi tersebut dapat menjadi pijakan strategis untuk membangun konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat langkah politik menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak pada periode mendatang.

Namun demikian, ia menegaskan seluruh proses tetap bergantung pada mekanisme organisasi dan keputusan resmi Partai Demokrat.

“Ketua DPC memiliki peran penting dalam membangun kekuatan partai. Tetapi seluruh tahapan harus mengikuti aturan organisasi dan hasil Muscab,” ujarnya.

Lebih lanjut, King Badak juga menilai hubungan komunikasi Nabil dengan berbagai tokoh di Kabupaten Lebak menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat konsolidasi politik lintas elemen.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh peluang tersebut masih bergantung pada dinamika politik yang berkembang menjelang Musyawarah Cabang Partai Demokrat Kabupaten Lebak yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus mendatang.

“Apakah Nabil akan dipercaya memimpin Demokrat Lebak hingga melangkah ke Pilkada, semuanya akan ditentukan oleh proses politik yang berjalan. Yang jelas, bergabungnya Nabil menjadi salah satu dinamika politik yang menarik untuk dicermati,” tutup King Badak. (**/).

editor: Yudistira

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *