Portalinformasinusantara.com – Dilansir dari sejumlah sumber resmi, termasuk LKBN ANTARA, Basarnas Banten, Associated Press (AP), dan Reuters, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, masih terus berlangsung hingga memasuki hari ketiga, Kamis (10/9/2026).
Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian sejak pagi hari dengan memperluas sektor penyisiran ke wilayah utara Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut dilakukan setelah evaluasi operasi hari kedua yang mempertimbangkan kondisi arus laut, arah angin, serta pergerakan gelombang di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil analisis lapangan yang terus diperbarui.
“Untuk besok mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya serta angin,” ujar Al Amrad.
Sebelumnya, tim SAR telah menyisir sektor selatan hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau. Namun hingga operasi hari kedua berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang hilang maupun speedboat yang mereka gunakan.
Delapan Orang Masih Dalam Pencarian
Delapan orang yang menjadi fokus pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal.
Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang berstatus jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu lapangan.
Mereka berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Salah seorang jurnalis sempat mengirimkan titik koordinat terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan terputus dan hingga kini belum dapat dipulihkan.
Operasi SAR Diperluas
Pada hari kedua pencarian, Basarnas membagi kekuatan pencarian ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik di kawasan Selat Sunda.
Penyisiran dilakukan dengan melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, serta unsur potensi SAR lainnya. Area pencarian mencakup perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan sejumlah wilayah lain yang diperkirakan menjadi lintasan pergerakan objek di laut.
Salah satu unsur SAR dilaporkan telah melakukan penyisiran sejauh sekitar 68,3 nautical mile. Namun hingga operasi dihentikan sementara pada Rabu malam untuk evaluasi, hasil pencarian masih nihil.
“Dihentikan sementara, kami akan evaluasi kembali dengan alut-alut ini setelah kembali ke posisi masing-masing,” kata Al Amrad.
Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar perluasan pencarian pada hari ketiga dengan fokus tambahan ke sektor utara kawasan Gunung Anak Krakatau.
Polda Banten dan Lampung Turut Perkuat Pencarian
Polda Banten bersama Polda Lampung terus memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan seluruh unsur yang terlibat terus bekerja maksimal membantu pencarian bersama Basarnas, TNI, dan instansi terkait lainnya.
“Kami bekerja keras,” ujar Hengki.
Selain mendukung operasi lapangan, Polda Banten juga menyiapkan Pos Antemortem Dokkes Polda Banten sebagai bagian dari prosedur standar operasi pencarian dan identifikasi apabila diperlukan.
Namun keberadaan pos tersebut tidak dapat diartikan bahwa para korban telah ditemukan ataupun dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, status seluruh korban masih hilang kontak dan dalam proses pencarian.
Di sisi lain, Polda Lampung juga mengerahkan personel dan kapal patroli untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan yang berpotensi menjadi jalur pergerakan objek akibat pengaruh arus dan angin, termasuk kawasan Pulau Legundi, Pulau Sebesi, hingga sekitar Gunung Anak Krakatau.
Solidaritas Antar Media
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA, Virgandhi Prayudantoro, turut memantau langsung perkembangan operasi pencarian di lapangan.
Ia mengatakan ANTARA terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polda Banten, Basarnas, TNI AU, dan instansi terkait lainnya guna mendukung percepatan pencarian.
“Kehadiran ini sekaligus merepresentasikan solidaritas antar-media nasional,” kata Virgandhi.
Ia berharap seluruh jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Teman-teman yang saat ini sedang hilang kontak akan segera ditemukan titik keberadaannya dalam kondisi sediakala,” ujarnya.
Tantangan Aktivitas Vulkanik
Operasi pencarian berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam penyusunan strategi pencarian, selain cuaca, gelombang laut, arus, arah angin, dan jarak pandang di lapangan.
Untuk mendukung pencarian, tim SAR memanfaatkan berbagai sarana, mulai dari kapal pencari hingga drone pemantau yang digunakan untuk menjangkau area-area yang sulit diakses secara langsung.
Hingga Kamis pagi, belum ada informasi resmi mengenai ditemukannya lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut. Pihak berwenang juga belum menyatakan adanya korban meninggal dunia.
Status kedelapan orang tersebut masih dinyatakan hilang kontak dan dalam pencarian, sementara operasi SAR terus berlangsung dengan perluasan sektor pencarian menuju wilayah utara Gunung Anak Krakatau.












