Example floating
Example floating

DPD KESTI TTKKDH Lebak Sambangi Ritual Keceran di Empat Kecamatan

IMG 20260913 WA0038
spanduk 120x600

PORTALINFORMASINUSANTARA.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KESTI Tjimande Tari Kolot Karuhun (TTKKDH) Kabupaten Lebak menghadiri pelaksanaan Ritual Keceran yang digelar serentak di empat kecamatan dalam momentum Bulan Mulud. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan seni bela diri tradisional sekaligus mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar-paguron.

Ritual Keceran berlangsung pada Sabtu malam, 12 September 2026, di Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, dan Warunggunung. Lokasi kegiatan tersebar di Kampung Parakan (Rangkasbitung), BJ Gae (Cibadak), Kampung Keong (Kalanganyar), dan Kampung Jagabaya (Warunggunung).

logo

Ketua DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Lebak, H. Maman SP, mengatakan tradisi tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai kedisiplinan, akhlak, dan persaudaraan.

“Generasi Lebak, khususnya generasi muda, harus memiliki kemampuan dalam seni bela diri sekaligus akhlak yang baik. Karena itu, saya berharap para ketua DPC di 28 kecamatan terus meningkatkan aktivitasnya dan membangun sinergitas antar-paguron,” ujarnya.

Menurut H. Maman, pelaksanaan Ritual Keceran juga mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintahan dan keamanan, mulai dari Babinsa, camat, hingga jajaran kepolisian yang turut hadir di sejumlah lokasi kegiatan.

Sementara itu, Sekretaris DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Lebak, Abdul Rohim Musanip, menegaskan bahwa Ritual Keceran merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga bersama.

“Keceran bukan hanya tradisi yang diwariskan para leluhur, tetapi juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan persaudaraan antar-paguron. Melalui kebersamaan seperti ini, kita menjaga seni budaya Tjimande agar tetap hidup sekaligus membangun sinergitas untuk pembinaan generasi muda,” kata Abdul Rohim.

Ia berharap tradisi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan terus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal di Kabupaten Lebak.

“Sinergitas harus terus kita jaga. Mari bersama-sama membina generasi muda agar menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Seni dan budaya harus tetap hidup, karena di dalamnya ada nilai-nilai persaudaraan yang harus kita wariskan,” pungkas H. Maman SP.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *