Example floating
Example floating

Polri, BNN, dan Bea Cukai Bongkar Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

IMG 20261024 WA0020
spanduk 120x600

PIDIE, ACEH — Tim gabungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkap laboratorium gelap narkotika yang diduga menjadi bagian dari jaringan internasional di Kabupaten Pidie, Aceh. Dalam operasi tersebut, petugas menyita hampir 1,2 ton bruto narkotika jenis sabu dan mengamankan 11 orang tersangka.

Pengungkapan kasus ini menjadi salah satu operasi besar dalam pemberantasan narkotika di Indonesia. Laboratorium tersebut diduga digunakan untuk mengolah bahan narkotika cair atau meth oil menjadi sabu kristal yang siap diedarkan.

logo

Berdasarkan informasi kepolisian, operasi gabungan dilaksanakan pada 21 Oktober 2026 di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.

Laboratorium Disamarkan di Deretan Ruko

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran petugas berada di kawasan Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Laboratorium tersebut diduga disamarkan di dalam bangunan rumah toko (ruko) agar tidak menarik perhatian masyarakat.

Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kegiatan pengolahan narkotika. Barang bukti tersebut meliputi bahan narkotika cair, sabu kristal, serta berbagai peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi.

Menurut keterangan yang diberitakan melalui kanal resmi kepolisian, total barang bukti narkotika yang diamankan dalam rangkaian operasi tersebut mencapai hampir 1,2 ton bruto.

Sebelas Orang Diamankan

Dalam pengungkapan laboratorium gelap tersebut, petugas mengamankan 11 orang yang terdiri atas sembilan warga negara Indonesia dan dua warga negara Tiongkok.

Penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka serta kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran narkotika lintas negara.

Sejumlah barang bukti pendukung juga diamankan, di antaranya 20 drum berisi bahan narkotika cair, sekitar 500 kilogram sabu kristal dari salah satu lokasi, serta peralatan yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas laboratorium.

Kapolri Apresiasi Kolaborasi Antarinstansi

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengapresiasi kerja sama lintas lembaga dalam mengungkap laboratorium gelap tersebut.

Dalam keterangannya di Pidie pada Jumat, 23 Oktober 2026, Suyudi menekankan pentingnya kolaborasi Polri, BNN, Bea Cukai, dan dukungan masyarakat dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkotika.

Pengungkapan ini juga menjadi bagian dari upaya aparat penegak hukum untuk mencegah narkotika beredar di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Dugaan Keterkaitan dengan Jaringan Internasional

Penyidik turut mendalami dugaan keterkaitan laboratorium tersebut dengan jaringan narkotika internasional. Informasi awal menyebutkan adanya pergerakan bahan narkotika dari kawasan Asia Tenggara sebelum masuk ke Aceh.

Aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jalur distribusi, pihak yang diduga mengendalikan jaringan, serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama aparat penegak hukum dan partisipasi masyarakat. Warga diharapkan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing kepada pihak berwenang.

Sumber: detikNews dan Tribratanews Polri, 23–24 Oktober 2026.

Redaksi: Portal Informasi Nusantara

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *