Example floating
Example floating

Keamanan Keraton UMKM Lebak Ruhay Jadi Perhatian, Haji Maman SP: Semua Elemen Harus Dirangkul

Screenshot 2026 08 21 01 17 49 54 96b26121e545231a3c569311a54cda96
spanduk 120x600

LEBAK — Kehadiran KERATON UMKM Lebak Ruhay tidak hanya diharapkan menjadi pusat pemasaran produk lokal dan penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan usaha yang aman, nyaman, dan tertib bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat yang datang bertransaksi.

Aspek keamanan menjadi perhatian tersendiri mengingat kawasan perdagangan atau pasar selama ini kerap diidentikkan dengan berbagai persoalan sosial, mulai dari praktik premanisme, pungutan liar, hingga adanya pihak-pihak yang meminta setoran atau “upeti” kepada pedagang.

logo

Namun, persoalan tersebut tidak semestinya diselesaikan hanya dengan pendekatan penertiban. Diperlukan pendekatan sosial dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Hal itu disampaikan Haji Maman SP, Ketua TTKDH Kesti Kabupaten Lebak, yang menilai keamanan dan kenyamanan kawasan KERATON UMKM Lebak Ruhay harus dibangun secara bersama-sama.

Menurutnya, sebagai sesepuh sekaligus tokoh masyarakat, pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menciptakan suasana yang kondusif dengan merangkul berbagai kelompok masyarakat.

Kita sebagai sesepuh dan tokoh harus bisa merangkul semua elemen. Jangan ada yang merasa ditinggalkan. Semua harus diberikan ruang untuk ikut berdaya dan mendapatkan manfaat dari keberadaan tempat ini,” ujar Haji Maman SP.

Pendekatan Pemberdayaan, Bukan Sekadar Penertiban

Haji Maman SP berpandangan bahwa potensi munculnya persoalan keamanan di lingkungan perdagangan tidak cukup dihadapi hanya dengan tindakan represif.

Kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini berada di sekitar kawasan tersebut, termasuk mereka yang kerap mendapatkan stigma sebagai kalangan “preman”, maupun berbagai komunitas dan elemen masyarakat lainnya, menurutnya perlu dirangkul dan diarahkan kepada kegiatan yang produktif.

Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu cara mencegah munculnya praktik-praktik yang meresahkan pedagang maupun pengunjung.

Kita rangkul semua. Baik dari kalangan yang selama ini disebut preman, kalangan RSM, maupun berbagai elemen lainnya. Mereka juga bagian dari masyarakat. Kalau ada ruang untuk diberdayakan, kita berikan ruang,” katanya.

Menurut dia, keberadaan KERATON UMKM Lebak Ruhay seharusnya dapat menjadi tempat bersama yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mencari penghasilan melalui praktik yang berpotensi merugikan pedagang atau pelaku usaha.

Pedagang Harus Merasa Aman

Keamanan menjadi faktor penting dalam keberlangsungan sebuah pusat perdagangan.

Pedagang akan merasa nyaman berjualan apabila tidak dibayangi pungutan liar, tekanan, maupun gangguan keamanan. Begitu pula masyarakat akan lebih tertarik datang apabila lingkungan perdagangan tertib dan kondusif.

Karena itu, keberadaan aparat keamanan, pengelola kawasan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat sekitar perlu berjalan secara sinergis.

Menurut Haji Maman SP, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama.

Yang paling penting bagaimana pedagang aman, masyarakat nyaman, dan semua yang ada di sini bisa mendapatkan manfaat. Jangan sampai ada pihak yang merasa paling berkuasa sehingga membuat orang lain tidak nyaman,” tegasnya.

Jangan Ada Setoran dan Pungutan yang Membebani UMKM

Seiring berkembangnya KERATON UMKM Lebak Ruhay, pengelolaan keamanan dan tata kelola kawasan juga diharapkan mampu mencegah munculnya pungutan-pungutan tidak resmi.

Pedagang UMKM yang baru berusaha harus mendapatkan kepastian bahwa biaya yang mereka keluarkan merupakan biaya resmi dan memiliki dasar yang jelas.

Jika terdapat pungutan, pengelolaannya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut penting agar semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak justru dibebani dengan biaya-biaya tidak resmi yang pada akhirnya mengurangi pendapatan pelaku UMKM.

KERATON UMKM Lebak Ruhay diharapkan menjadi ruang perdagangan yang berbeda: tempat masyarakat menjual produk, memperoleh penghasilan, dan membangun usaha tanpa rasa takut maupun tekanan.

Semua Elemen Bisa Mendapatkan Ruang

Haji Maman SP juga menekankan pentingnya membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan.

Menurutnya, mereka yang memiliki kemampuan di bidang keamanan dapat diarahkan menjadi bagian dari sistem keamanan resmi. Mereka yang memiliki kemampuan berdagang dapat diberikan kesempatan mengembangkan usaha. Sementara mereka yang memiliki keterampilan lain dapat diberdayakan sesuai kapasitasnya.

Dengan pola tersebut, keberadaan pusat UMKM tidak hanya memberikan manfaat kepada pedagang yang berjualan di dalam kawasan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Jangan hanya berpikir siapa yang boleh masuk dan siapa yang tidak. Yang penting semua diarahkan kepada kegiatan yang positif. Kalau bisa diberdayakan, kita berdayakan,” ujar Haji Manan SP.

Membangun Kawasan Ekonomi Sekaligus Kawasan Sosial

KERATON UMKM Lebak Ruhay pada akhirnya tidak hanya membutuhkan konsep perdagangan, tetapi juga konsep sosial.

Ketika sebuah kawasan ekonomi tumbuh, masyarakat di sekitarnya juga harus mendapatkan manfaat. Karena itu, pendekatan keamanan yang mengedepankan komunikasi, pemberdayaan, dan keterlibatan tokoh masyarakat menjadi penting.

Jika seluruh elemen dapat dirangkul, potensi konflik maupun gangguan keamanan dapat ditekan sejak awal.

Pasar yang aman bukan hanya pasar yang dijaga, tetapi pasar yang masyarakatnya merasa memiliki.

Dengan pendekatan tersebut, KERATON UMKM Lebak Ruhay diharapkan mampu menjadi ruang ekonomi baru yang tidak hanya menghidupkan UMKM, tetapi juga menciptakan lingkungan perdagangan yang aman, tertib, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Penulis: RedaksiEditor: Sapnudi
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *