CILEGON | Portalinformasinusantara.com – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menangkap terduga pelaku pembunuhan anak seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di wilayah Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (2/1/2026).
Penangkapan tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terduga pelaku terlihat diringkus oleh sejumlah personel kepolisian saat hujan deras mengguyur lokasi. Kedua tangan terduga pelaku tampak terikat ke belakang, sementara petugas mengamankannya di atas kendaraan dinas kepolisian.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik masih mendalami keterangan terduga pelaku untuk mengungkap motif serta rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi tindak pidana tersebut.
Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan: Kita Tak Inginkan Kepala Daerah Dipilih DPRD
“Pemeriksaan terhadap terduga pelaku masih terus berlangsung. Penyidik tengah menggali keterangan secara intensif,” ujar Dian melalui pesan singkat, Jumat (2/1/2026).
Kasus ini berkaitan dengan peristiwa tewasnya anak Maman Suherman, seorang politisi PKS, yang berusia 9 tahun. Korban ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Kota Cilegon, Banten, pada 16 Desember 2025. Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi berlumuran darah dan mengalami sejumlah luka yang diduga akibat senjata tajam.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, sebelumnya mengungkapkan bahwa penyelidikan sempat terkendala oleh tidak aktifnya kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil pengecekan, CCTV di rumah korban terakhir kali aktif pada tahun 2023.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu 12 Titik Banjir di Serang, Ribuan Warga Terdampak
“CCTV di lokasi tidak aktif. Itu menjadi salah satu kendala utama dalam proses penyelidikan,” ujar Yoga, Rabu (24/12/2025).
Selain itu, tidak adanya petugas keamanan yang berjaga selama 24 jam serta kondisi cuaca saat kejadian turut menyulitkan proses pengungkapan. Hujan deras yang turun sebelum dan sesudah peristiwa dinilai menghapus sebagian jejak yang ditinggalkan pelaku.
“Pada malam kejadian hujan turun cukup lebat. Jejak-jejak di sekitar TKP menjadi sulit diidentifikasi. Kami juga sempat menurunkan unit K9 untuk membantu pencarian,” jelasnya.
Baca Juga: Menkeu Tunggu Arah Ekonomi, Kepastian Kenaikan Gaji ASN 2026 Diputuskan Triwulan II
Untuk memperkuat pembuktian, polisi turut melibatkan Pusat Identifikasi (Pusident) dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dalam proses pengumpulan serta analisis barang bukti.
Polda Banten memastikan proses hukum terhadap terduga pelaku akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel guna memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.
Editor | Portalinformasinusantara.com
Tegas • Faktual • Tajam • Berpihak pada Kebenaran Publik

















