Example floating
Example floating

Korupsi Berawal dari Sikap, Bukan dari Penampilan

Ketua Umum LSM KPKB Dede Mulyana menyerukan perlawanan terhadap korupsi dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia.
Ketua Umum LSM KPKB, Dede Mulyana
spanduk 120x600

Jakarta – Korupsi tidak muncul tiba-tiba. Ia tumbuh pelan-pelan dari sikap yang salah. Banyak pelaku korupsi terlihat rapi, ramah, dan lantang bicara soal integritas. Tapi di balik semua itu, kejujuran justru ditinggalkan.

Ketua Umum LSM KPKB, Dede Mulyana, menyebut bahwa akar korupsi bukan hanya lemahnya pengawasan, melainkan rusaknya cara pandang terhadap jabatan.

logo
BACA: bareskrimBareskrim Polri Bongkar 21 Situs Judi Online, Sita Uang Tunai dan Aset Rp 96,7 Miliar

“Jabatan seharusnya amanah, bukan alat untuk memperkaya diri,” ujarnya.

Menurut Dede, kekuasaan sering kali disalahgunakan. Anggaran dimanipulasi, program dijadikan ladang keuntungan, sementara rakyat hanya dijadikan objek pencitraan.

Yang lebih ironis, semua itu dibungkus dengan slogan dan baliho besar. Prestasi dipamerkan, tapi di balik layar praktik korupsi tetap berjalan. Citra dipoles, sikap jujur diabaikan.

BACA: Hutan Dijual, Tambang Berjalan: Jejak Alat dan Koordinat di Kawasan Perhutani Bayah

Ia menilai, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Hukuman berat penting, tetapi perubahan sikap jauh lebih mendasar.

Rakyat kini semakin kritis. Mereka tidak lagi mudah percaya pada janji dan simbol. Yang diinginkan adalah tindakan nyata: jujur, sederhana, dan berani menolak korupsi.

Selama sikap masih kalah oleh pencitraan, korupsi akan terus ada. Indonesia tidak kekurangan aturan, tapi masih kekurangan teladan. Perubahan nyata selalu dimulai dari sikap, bukan dari penampilan.

editor: Yudistira

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *