Example floating
Example floating

Ahmad, Pengelola MBG Desa Padasuka: Menyambung Rantai Kesejahteraan dan Memberdayakan Masyarakat

Aktivitas Dapur Dewi Melati Desa Padasuka dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis yang melayani ribuan penerima manfaat
Suasana aktivitas di Dapur Dewi Melati Desa Padasuka yang menjadi pusat layanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi 3.099 penerima manfaat, sekaligus menyerap puluhan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. (Foto: Dok. Portalinformasinusantara.com)
spanduk 120x600

LEBAK | Portalinformasinusantara – Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi Dapur Dewi Melati di Desa Padasuka yang melayani sebanyak 3.099 penerima manfaat dengan 47 karyawan tetap menjadi tulang punggung kesejahteraan masyarakat setempat.

Di balik kelancaran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, sosok Ahmad sebagai pengelola menjadi figur penting yang tidak hanya menjaga kelangsungan operasional, tetapi juga berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar – yang juga secara luas menyampaikan rasa syukur atas keberadaan program ini.

logo
Baca Juga: Ramadan, MBG Tetap Jalan: Makanan Dibagikan di Sekolah dan Dikonsumsi Saat Berbuka

Saat ini, logistik untuk MBG masih disuplai oleh Koperasi Lumbung Prima dari Yayasan Hidayatul Mubtadiim Annurzaeni. Ahmad yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Pasir Kembang mengaku sangat bersyukur, sekaligus menyampaikan suara hati warga.

“Saya bersyukur dengan adanya MBG, masyarakat menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Bahkan banyak warga setempat yang mengungkapkan rasa terima kasih karena program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan keluarga mereka,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Terhadap isu yang beredar mengenai pengurangan mutu pelayanan bagi 15% penerima manfaat, Ahmad menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan hal semacam itu.

Baca Juga: Jepang Tawarkan Program Magang Siswa SMK untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis Indonesia

“Untuk pengelola itu sudah ada haknya, jadi tidak benar isu itu,” jelasnya dengan tegas, menegaskan bahwa hak setiap penerima manfaat selalu menjadi prioritas utama – hal yang juga dirasakan oleh warga sebagai bukti komitmen program terhadap kualitas pelayanan.

Selain menjaga kualitas pelayanan, Ahmad juga aktif mendorong kemandirian masyarakat. Ia selalu memotivasi warga untuk memanfaatkan lahan yang ada, mengingat kebutuhan logistik MBG sangat besar dan diperlukan setiap hari.

“Saya selalu mendorong kepada masyarakat agar ikut berkontribusi, dan semua logistik yang ada akan kami bayar,” tambahnya, menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sinergi yang saling menguntungkan antara program MBG dan perekonomian lokal – langkah yang semakin membuat warga merasa terbantu dan bersyukur atas kehadiran program ini.

Editor | Portalinformasinusantara.com

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *