LEBAK | Portalinformasinusantara.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sejak Rabu malam (28/1/2026) berujung pada banjir yang melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Pasar Kampung Semi yang berlokasi di Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, terendam banjir pada Kamis dini hari (29/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Air meluap secara tiba-tiba dan menggenangi area pasar hingga mencapai setinggi lutut orang dewasa. Kondisi tersebut menyebabkan seluruh aktivitas jual beli di pasar tradisional itu terhenti total. Pasar yang biasanya mulai ramai sejak pagi hari tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan keterangan para pedagang, hujan deras yang turun dalam durasi lama membuat saluran drainase di sekitar pasar tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap dan menggenangi lapak-lapak pedagang tanpa peringatan sebelumnya.
Baca Juga: Ketika Tender Bukan Lagi Soal Kompetensi: Catatan Kritis Pengelolaan APBD Lebak
Dalam kondisi minim penerangan, para pedagang berupaya menyelamatkan barang dagangan agar tidak terendam lebih lama. Sebagian pedagang terpaksa mengangkat barang ke tempat yang lebih tinggi, sementara lainnya hanya bisa pasrah menyaksikan lapaknya dikepung air.
“Airnya naik cepat, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Begitu sadar, air sudah setinggi lutut,” ujar Wirawan, salah satu pedagang Pasar Kampung Semi, kepada Portalinformasinusantara.com.
Banjir tersebut berdampak langsung pada penghasilan pedagang kecil. Sejumlah komoditas, khususnya bahan pangan dan kebutuhan harian, terancam rusak akibat terendam air. Kerugian pun tidak dapat dihindari.
Baca Juga: JAMBAKK Banten Soroti Dugaan SBU Tak Sesuai pada Tender Pematangan Lahan Huntara Lebak Gedong
Menurut Wirawan, banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah sepanjang ia berdagang di pasar tersebut. Ia menilai persoalan utama bukan semata faktor curah hujan tinggi, melainkan buruknya sistem drainase yang selama ini dikeluhkan para pedagang.
“Kalau hujan deras sedikit saja, air pasti menggenang. Tapi yang kali ini benar-benar parah,” katanya.
Para pedagang berharap kejadian serupa tidak terus berulang. Mereka mendesak pemerintah daerah segera melakukan penanganan konkret, khususnya melalui perbaikan sistem drainase dan penataan lingkungan pasar secara menyeluruh.
“Kami menggantungkan hidup di pasar ini. Kalau setiap hujan selalu kebanjiran, kami harus bertahan sampai kapan?” tegas Wirawan.
Baca Juga: Kapolri Tolak Mentah-Mentah Wacana Polri di Bawah Kementerian: Lebih Baik Dicopot dari Jabatan
Ia menegaskan, tanpa pembenahan infrastruktur yang serius dan berkelanjutan, pedagang Pasar Kampung Semi akan terus menjadi pihak paling dirugikan setiap musim hujan tiba.
Peristiwa banjir yang melanda Pasar Kampung Semi, Desa Narimbang Mulya, menjadi pengingat pentingnya penataan pasar rakyat yang layak, aman, dan berkelanjutan. Pasar bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, melainkan denyut kehidupan warga yang seharusnya mendapat perlindungan maksimal dari negara.
Editor | Portalinformasinusantara.com
Tegas • Faktual • Tajam • dan Berpihak pada Kebenaran Publik

















